Sunday, 18 March 2012

Hukum Meninggalkan Sholat

Pembahasan ini merupakan materi kajian yang dibawakan oleh Ustadz Abdullah Zain, M.A. (Radio Rodja). Mohon maaf bila ada kesalahan, mohon koreksinya :)

Saturday, 17 March 2012

Tourist Hunting

Doing a tourist hunting? No, it's difficult. The tourist must speak at least in English so fast. How could I understand what they say?

Well, we may think such thought as written above. However, talking with tourists is not as frightening as we may imagine. We only need to have high self confidence and some questions to ask to the tourists.

Here I have a presentation about question words and examples of questions we may address to the tourists. Hopefully it may ease us to have a great talking with tourists we meet.

Finally, have a nice hunting time! Good luck!

Little Surprise

As usual, today, I have a weekly meeting at school with all teachers. Special for today, I gave a presentation about questions for tourist since the school will hold a tourist hunting program next Saturday. Afterward, I listened to the principal -Mr. Rofik- telling some important information.

Finished with the meeting, I came back to my lovely desk; trying to accomplish my pending job. Few minutes later....my beloved students entered the teachers' office and gave a present for each teacher, of course including me! Wow.

Actually it doesn't really surprise me since the students have often asked me about my favorite thing during the last few days. However, I was little bit surprised when finally I got it ;p.

Well, I got a funny green Kero-Keropi money box from them. Hehe, I think they want me to become richer than before :)) Besides, I got a red key keychain. Yap, the keychain is in the form of key; so where's the car or the house??

All in all, I was glad to have the little things from them. Whatever to say, through this present, I feel that I'm loved by them.. Am I? Just hope so. Haha.

Many thanks for Hikmah, Nabilla and Yuli.

Friday, 16 March 2012

Pagi

Pagi ini aku kembali,
Ke tempat ini,
Dengan senyum yang setengah hati.
Aku ingin cepat kembali,
Ke bumi ku yang asri,
Bersama punggawa yang setia menemani.
Butuh tujuh jam lagi,
Aku bertahan di sini,
Hari ini.



Suatu pagi, di tempat yang asri.
- pagi hari, di kursi kerasku
menghadap langit, yang tampak kelabu -

Mid Test (again....)

Yeayy, it's already the middle of the second semester of the Academic Year 2011/2012. The students of SMPIT Islamia are now having the mid test (again ^_^). They do two parts of test; practical and written test. Hmm, how's the test? Are the students able to do the test well? All teachers and students of SMPIT Islamia hope so, of course.

Some strategies can be used to help students study better in order to achieve best scores. Here are the strategies:
  1. Prepare yourself to study. Don't forget to begin the study with a prayer so that Allah will ease you to catch the lesson.
  2. Maximize the learning time in/outside the classroom to get as much knowledge from the teachers and friends as possible. Use the opportunities to have discussions if there are some problems.
  3. Summarize the learning materials given by the teachers or learned during the learning process. One of the ways to summarize the material is by creating a mind map. Students can use many eye-catching colors as well as pictures to make it more interesting.
  4. Review the materials as often as possible. Don't wait until a night before the test because it can make you stressful. Besides, this way of study will not help you to do the test on the next day well.
  5. Study in group, especially for the difficult lessons. Invite your friends to have a group study to help you understand the materials.
Those strategies can be applied for all lessons. As long as you have strong desire and effort to study, Insya Allah you'll get the best score.

Well, are you ready to have the mid-test or other tests???

Wednesday, 14 March 2012

Man Jadda Wajada

Slogan baru ini menghiasi berbagai tulisan maupun percakapan hampir di seantero Indonesia. Prinsip hidup yang mulai tenar di kalangan penduduk negeri ini sejak terbitnya novel Negeri 5 Menara ini nampaknya telah sukses menjadi slogan baru dalam pergaulan dewasa ini.
Man Jadda Wa Jadda - Siapa yang bersungguh-sungguh maka Ia akan berhasil.
Sederhana; bahkan tanpa sebuah novel panjang lebar ataupun filmnya yang mampu menarik ribuan penduduk Indonesia untuk menontonnya, prinsip itu sudah terpatri dalam jiwa kita.

Khususnya kaum muslim telah diperintahkan oleh Allah dalam firmanNya untuk senantiasa berikhtiar & bertawakal kepada Sang Pencipta Alam Semesta. Plus, berprasangka baik pada Sang Pemilik Jiwa Manusia..

Bila saya menilik kembali perjalanan hidup saya, sesungguhnya prinsip ini sudah diajarkan oleh orang tua & saya anut, khususnya bila ada mimpi dan keinginan khusus yang saya miliki. Hanya saja waktu itu saya belum mengetahui kalimat cantiknya, "Man Jadda Wajada".

Beberapa peristiwa penting yang, bersejarah dalam hidup saya yang -tanpa sadar, tentunya atas izin Allah- melibatkan prinsip Man Jadda Wajada antara lain ...

1. Lulus Sekolah

Yep, lulus sekolah merupakan momen-momen yang mendebarkan. Yakin, harus! Tapi ada juga rasa khawatir, cemas karena bisa saja kenyataan tidak lulus itu terjadi, bila Allah menghendaki...
Alhamdulillah.. saya lulus dalam tiga kali ujian akhir sekolah :)))) dengan nilai yang cukup baim -menurut diri sendiri heheh.

2. Lulus SPMB

Waaahhh, impian untuk kuliah sudah ada sejak saya duduk di bangku SD, tepatnya kelas 3. Dulu, yang terbayang adalah saya melanjutkan kuliah di salah satu sekolah tinggi negeri di bawah sebuah kementrian nasional yang notabene tidak membutuhkan biaya kuliah, bahkan kabarnya para mahasiswanya mendapat uang saku. Kakak sepupu yang kuliah di sana telah menghipnotis saya untuk mengikuti jejaknya. Sudah kuliah gratis, dapat uang saku, kerja ditempatkan pula. Haaah, nikmatnya hidup!

Seiring berlalunya waktu, saya berubah haluan, berpaling ke jurusan lain: keguruan. Universitas yang dituju tidak mungkin gratis 100%, walaupun statusnya kampus negeri. Sempat ada rasa khawatir yang teramat besar: kondisi keluarga -finansial khususnya- sedang tak menentu, tak jelas akan dapat biaya kuliah dari mana, tapi di sisi lain sangat ingin melanjutkan sekolah, menjadi 'orang' ^_^

Oke, saya tempuh jalur SPMB untuk masuk sebuah universitas negeri spesialis pencetak tenaga pendidik. Alasannya, biaya lebih terjangkau dari sisi jalur masuk juga dari sisi bayaran kuliah nantinya. Oya, biaya SPMB ku pun gratis, hasil beasiswa hehe ;p

Dalam proses, mati-matian saya belajar. Dengan sedikit uang saya ikut bimbingan intensif di bimbingan belajar; otomatis tidak menyia-nyiakan kesempatan. Lintas jurusan pun saya coba; nekad kata guru bimbel saya. "Anak IPA mau coba-coba tes IPS. SPMB bukan coba-coba, lho", katanya waktu itu. Tapi saya tetap, nekad!

Dengan izin Allah, do'a dan usaha tekun lagi keras saya, sampai semalam sebelum tes pun masih sibuk membolak-balik kertas materi, juga dengan doa orang tua dan orang-orang yang bersedia mendoakan, saya berhasil LULUS! Subhanallah........ Cerita selanjutnya, bisa ditebak, kan. Yaa..kuliah lah, sampai....

3. Lulus sidang, lulus kuliah

Waktunya sidang. Saya nekad (lagi), semester 7 mengajukan sidang. Tapi saya tak sendiri, ada sekitar 10 orang teman yang menemani :D

Usaha pontang-panting, begadang berhari-hari, menguras tabungan sampai habis, do'a tak putus-putus adalah bentuk usaha keras untuk menghadapi sidang dan mendapat tiket lulus.

Alhamdulillah, dengan kemudahan dan izin Allah, do'a saya dan orang tua juga teman2 dan keluarga lain, serta kerja keras dan kesungguhan untuk lulus dalam 7 semester, memuluskan jalan saya untuk lulus sidang. Padahal, aral melintang selalu menghiasi proses penyusunan skripsi sampai sidang...fiiiuh.


Nah, ketiga peristiwa bersejarah di atas termasuk yang mengena buat saya. Takdir Allah menjadikan prinsip tersembunyi Man Jadda Wajada menjadi kenyataan buat saya. Semoga juga buat Anda :))

Man Jadda Wajada.
Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.
:)